Ketua HIPMI Sulsel: Film Lokal Layak jadi Hiburan Nasional

19 Maret 2017 2:13
Nonton Bareng HIPMI Sulsel, Sabtu (18/3/2017).

MAKASSAR, INIKATA.com – Sejak setahun belakangan ini lahir film-film lokal yang menghiasi panggung hiburan sinema negeri ini.

Mulai dari film Bombe, Dumba-dumba, Uang Panai, hingga yang terakhir adalah Silariang yang masih tayang hingga hari ini di bioskop tanah air.

Uang panai yang digali dari budaya Bugis-Makassar dianggap menjadi momentum penting bagi sinema lokal untuk berkiprah tingkat nasional.

Hal ini diuatarakan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan, Herman Heizer.

“Kita patut berbangga dengan lahirnya film lokal yang dieksplor dari budaya dan kebiasaan bugis-makassar. Kita kaya dengan budaya dan tantangan para generasi muda yang kreatif dan berjiwa seni untuk lahirkan film yang semakin berkualitas, yang menghibur seperti uang panai ataupun silariang,” kata Herman Heizer saat ditemui di Studio 21 Mall Panakkukang dalam acara Nonton Bareng HIPMI Sulsel, Sabtu (18/3/2017).

“Dan terpenting adalah bagaimana hiburan yang menghibur serta mengandung edukasi bagi audiance. Saya yakin potensi film kita tak kalah menariknya dengan film Hollywood atau film barat lainnya,”lanjut pria yang akrab dipanggil Ketum HH sekaligus CEO CRC Makassar ini.

Hal senada juga diungkapkan Ketua HIPMI PT, Harianto Albarr. Baginya film lokal adalah hasil expresi generasi muda yang patut diapresiasi.

“Pemerintah bersama asosiasi profesi seperti HIPMI punya peran penting mendorong lahirnya film lokal yang berkualitas. Harapan kita, kedepan, pemkot atau pemrov punya perhatian yang lebih konkrit,misal festival film pendek, penghargaaan film lokal atau sejenisnya. Dengan ini bisa memicu lahirnya film lokal yang semakin lebih baik. Dan akhirnya bisa dinikmati oleh semua kalangan, seluruh msyarakat Indonesia” ujar Harry menutup perbincangannya bersama Ketum dan pengurus HIPMI Sulsel lainnya. (**)